Pendampingan dan Monitoring Posyandu di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Pandemi Covid-19

Pandemi covid-19 memang belum usai, namun kegiatan kemasyarakatan tidak bisa terus menerus ‘meliburkan diri’. Setelah sebelumnya kegiatan posyandu balita dilakukan dengan cara door to door atau kunjungan dari rumah ke rumah, kini posyandu balita di beberapa wilayah di Kota Malang sudah mulai berkegiatan buka fisik Kembali. Namun tetap, dengan syarat.

Seperti yang dilakukan oleh Posyandu Cempaka RW 9 Kelurahan Merjosari pada Rabu 21 April 2021 lalu. Lurah Merjosari sudah memberikan izin kepada seluruh posyandu di wilayah Kelurahan Merjosari untuk buka fisik posyandu, namun dengan syarat tetap menerapkan protocol kesehatan pencegahan penularan covid-19 yaitu menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Seluruh yang terlibat di posyandu baik petugas kesehatan, kader dan masyarakat yang datang wajib menggunakan masker. Beberapa anak balita juga terlihat menggunakan masker, meskipun ada beberapa yang tidak. Kursi ditata sedemikian rupa berjarak agar mencegah terjadinya kerumuman peserta posyandu. Serta, disediakan sarana cuci tangan di luar Gedung posyandu dan hand sanitizer di meja posyandu.

Kegiatan pendampingan dan monev pelaksanaan posyandu masa AKB pandemic covid-19 sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Malang sejak Februari 2021. Menyadari kegiatan pemantauan tumbuh kembang door to door (posyandu keliling) terasa cukup melelahkan bagi kader dan hasil kegiatan yang kurang optimal, posyandu diperbolehkan untuk buka fisik asalkan sudah mengantongi izin dari lurah setempat.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan monitoring pelaksanaan posyandu dengan melakukan observasi kegiatan serta menanyakan beberapa pertanyaan kepada ketua kader. Serta dilakukan pula pengukuran kemandirian posyandu. Hasil dari kegiatan tersebut adalah pelaksanaan posyandu AKB di posyandu Cempaka rw 9 Kelurahan Merjosari sudah cukup baik, namun masih terjadi kerumunan karena aula tempat kegiatan posyandu di sekat oleh net bulutangkis sehingga ruang gerak terbatas. Dan juga kursi yang dipindah-pindah oleh peserta posyandu. Sementara hasil pengukuran kemandirian mendapatkan hasil strata kemandirian purnama yaitu strata terbaik ke-2. Kegiatan posyandu dan administrasi yang terdokumentasi dengan baik, dimana buku administrasi tercatat rapi bahkan mulatahun 2002 sampai sekarang masih ada dan terus didokumentasikan. Tak heran jika posyandu Cempaka RW 9 Merjosari meraih juara ke-2 pada lomba posyandu yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Malang pada 2020 lalu. [red]