KUNJUNGAN DINAS KESEHATAN, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA KOTA MOJOKERTO KE PSC 119 KOTA MALANG

Mewujudkan peningkatan mutu pelayanan dalam penanganan korban/pasien gawat darurat diperlukan setiap wilayah di Indonesia. Tidak terkecuali Kota Mojokerto. Tujuannya adalah menekan atau bahkan mencegah jumlah korban/pasien yang meninggal dan mengalami kecacatan pada kejadian gawat darurat. Melalui pertimbangan kebutuhan masyarakat akan pelayanan cepat kondisi kegawatdaruratan, Kota Mojokerto melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga melakukan kunjungan ke Dinas Kesehatan Kota Malang. Langkah strategis ini diambil Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Kota Mojokerto sebagai upaya pemenuhan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).

Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No.19 Tahun 2016, untuk mewujudkan sistem penanggulangan gawat darurat terpadu maka kabupaten atau kota di wilayah Indonesia harus membentuk Public Safety Center. Sebagai kepanjangan tangan dari Dinas Kesehatan Kota Malang dalam hal ini, PSC 119, menyambut niat baik Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Kota Mojokerto untuk belajar banyak mengenai system Public Safety Center di Kota Malang. Kemiripan pemetaan bencana dan geografis serta sebaran penduduk dengan Kota Malang, menjadi modal awal yang besar bagi Kota Mojokerto untuk mewujudkan system penanggulangan gawat darurat terpadu.

Kunjungan dilakukan pada hari Kamis tanggal 2 Juni 2022 pukul 10.00 s.d. 13.00 WIB  dengan peserta terdiri dari Sekretaris Dinas, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Sub Koordinator Pelayanan Kesehatan Rujukan dan anggota Tim dari Dinas, Tim PSC, Direktur RSUD, Wakil Direktur dan Tim, Tim PMI, Tim dari Baznas sebanyak 22 orang. Kunjungan diterima oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Malang, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, SubKoordinator Subsubstansi Pelayanan Kesehatan Rujukan, Direktur RSUD Kota Malang, Perwakilan PMI Kota Malang, Koordinator Emergency PSC, Semua PJ dan anggota PSC 119 Kota Malang. Kegiatan berjalan lancar, lebih banyak berdiskusi yang dilakukan hamper sepanjang kegiatan. Dilanjutkan dengan peninjauan Mako dan simulasi panggilan kegawatdaruratan.