Kegiatan-kegiatan Puskesmas Selasa 16 April 2019

Pelacakan kasus kematian DBD yang ternyata bukan DBD. (Puskesmas Kendalkerep)

Grup media sosial “Whatsapp” kader kelurahan Jodipan tiba2 ramai Senin (15/4) siang krn ada berita kematian seorang pemuda berusia 18 tahun yang dikabarkan meninggal krn penyakit DBD. Untuk menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Puskesmas Kendalkerep yg terdiri dari perawat yg juga penanggung jawab program DBD, Bidan wilayah, dan petugas Promosi Kesehatan melacak kasus tersebut pada Selasa, 16 April 2019 dengan mendatangi rumah duka untuk melakukan wawancara dari keluarga maupun tetangga sekitar.

Dari hasil wawancara dengan keluarga , ternyata pemuda yg meninggal tersebut tinggal sehari-hari di Pondok di daerah Bangil, Pasuruan. Pada tanggal 18 Maret pulang ke rumah dalam keadaan sakit demam dan sudah diperiksa oleh dokter. “Hanya demam biasa”, ujar dokter tersebut.

Keluarga memeriksaan kembali ke dokter pada tanggal 20 maret dan dilakukan periksa laboratorium. Hasilnya trombositnya 287.000 dan tes widal pun dinyatakan negatif typhoid. Pemuda tersebut pun diberi obat untuk rawat jalan di rumah sambil check up 2 hari sekali.

Dua minggu kemudian, pemuda tersebut sehat dan kembali ke Pondok. Hingga akhirnya Senin (15/4) keluarga mendapat kabar bahwa pemuda tersebut meninggal. Dari kronologi tersebut maka tim Puskesmas Kendalkerep belum dapat menyimpulkan penyebab kematian yg sesungguhnya. Namun, menurut Aryo Yudho, yakni perawat yg ikut melacak, kasus tersebut bukan kasus DBD.

 

“Cegah Demam Berdarah dan Scabies di Panti Sosial Bina Netra” ( Puskesmas Janti )

Musim penghujan telah tiba, mari kita waspada dan cegah penyakit demam berdarah. Seperti yang dilakukan pihak PSBN (Panti Sosial Bina Netra) yang bekerja sama dengan Puskesmas Janti dengan mengusung kegiatan penyuluhan.Kegiatan tersebut bekerja sama dengan pihak pelayanan sosial PSBN bersama Tim dari Puskesmas Janti yaitu Siti Muhimatul, A. Md. Kesling dan mahasiswi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang.

Materi yang disampaikan adalah tentang demam berdarah sehingga peserta memahami tentang gejala, siklus penularan , cara pencegahan DBD, efek samping fogging, dimana cara fogging tersebut dianggap tidak ramah lingkungan.Cara pemnerantasan demam berdarah yang aman adalah dengan PSN(Pemberantasan Sarang Nyamuk).

Materi kedua yang dipaparkan tentang penyalit scabies. Menurut informasi yang diberikan oleh Ketua Pelayanan Sosial PSBN Bapak Bambang Oetoyo, ada beberapa murid Panti Sosial Bina Netra yang menderita penyakit scabies. Kegiatan penyuluhan ini sebagai upaya pencegahan pada seluruh warga PSBN termasuk murid dan karyawan sehingga diharapkn semua warga PSBN dapat berperilaku hidup bersih dan sehat agar terhindar dari penyakit dema berdarah maupun skabies. Salam Sehat!

 

 

Emo Demo ASI Eksklusif ( Puskesmas Arjowinangun)

 

Kut ikut ikut rumpi sehat!

Ibu hamil, ya ATIKA

Asi eksklusif, itu wajib

Makanan anak harus seimbang

Cemilan harus sehat

Kalau salah? ya benerin

Udah tau belum gaes itu gimana lagunya dan lagu apa?

Yap, yel yel di atas adalah yel- yel emo demo. Seperti yang dinyanyikan dengan penuh semangat oleh ibu hamil di Kelurahan Bumiayu dipandu dengan kader.

Apa sih gaes emo demo itu ? Emo demo (emotional demonstration) merupakan strategi komunikasi perubahan prilaku dengan melakukan rekonstruksi menggunakan alat bantu dan melibatkan perasaan dan psikologi. Sasaran kegiatan ini adalah ibu hamil dan ibu menyusui.

Salah satu materi emo demo yang diperagakan oleh kader Kelurahan Bumiayu hari ini adalah ASI eksklusif. Ibu hamil menebak ukuran lambung bayi baru lahir hingga usia 6 bulan, kemudian membayangkan jika lambung bayi diberi makan selain ASI. Dengan demikian, ibu hamil akan terpicu untuk memberikan ASI eksklusif. Karena selain mudah dan murah, ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi dan bagus untuk membentuk kekebalan. Sehingga anak tidak mudah sakit

 

Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) ( Puskesmas Mojolangu)

 

Tangan merupakan salah satu media tempat masuknya kuman penyakit. Beberapa penyakit yang dapat menular melalui tangan antara lain diare, thypoid, inluenza, ISPA, kecacingan dan flu burung. Mencuci tangan secara tepat dengan menggunakan sabun dapat mengurangi risiko penyakit diare.

Anak usia sekolah merupakan kelompok usia yang rawan terhadap penularan berbagai penyakit terutama yang berhubungan dengan perut seperti diare, thypoid, kecacingan dan lain-lain. Kebiasaan anak-anak mengkonsumsi jajanan diikuti perilaku anak-anak tidak melakukan cuci tangan pakai sabun sebelum makan akan mengakibatkan berbagai kuman penyakit mudah masuk ke dalam tubuh, karena tangan adalah bagian tubuh yang paling banyak tercemar kotoran dan bibit penyakit.

Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan salah satu indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada beberapa tatanan diantaranya Tatanan Rumah Tangga, Tatanan Sekolah, Tatanan Fasilitas Kesehatan dan Tatanan Tempat-tempat Kerja. Hal ini berarti perilaku CTPS menjadi indikator PHBS yang sangat penting dan ada di setiap tatanan.

Penerapan CTPS lebih difokuskan di sekolah melalui program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan terbanyak pada sekolah tingkat dasar (SD).

1. Edukasi dan praktik cuci tangan pakai sabun

Kegiatan ini dapat bekerja sama dengan pelayanan kesehatan setempat (Puskesmas). Beberapa Puskesmas memiliki program pelayanan kesehatan di sekolah pada sekolah binaannya seperti kegiatan penjaringan kesehatan siswa, pembinaan dokter kecil dan UKS, pemantauan PHBS di sekolah, dan penyuluhan-penyuluhan.

2. Kampanye Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia

Setiap tanggal 15 Oktober kegiatan ini dilakukan untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan dengan sabun oleh masyarakat sebagai dalam menurunkan tingkat kematian dan pencegahan penyakit akibat diare. Selain itu sebagai upaya peningkatan pembanguna fasilitas sanitasi di sekolah. Kegiatan ini dapat menggandeng pihak pemerintah (Lintas Program dan Lintas Sektor) maupun pihak swasta.

 

Pemeriksaan kebugaran jasmani (Puskesmas Mojolangu)

 

Pemeriksaan kebugaran jasmani adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dengan tujuan mengukur sejauh mana kemampuan kebugaran jasmani nya dan mengetahui tingkat kebugaran jasmani nya.  Tes Kebugaran pada anak sekolah dilakukan oleh puskesmas Mojolangu pada hari selasa tanggal 16 april 2019, kegiatan dilakukan di SDN Tasikmadu 1 Kel Mojolangu Kec. Lowokwaru Kota Malang tepatnya pada siswa kelas 5 dengan jumlah total siswa 60 siswa.

Beberapa manfaat pemeriksaan kebugaran jasmani adalah:

1. Peningkatan dalam kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung sehingga mencegah penyakit jantung.

2. Peningkatan dalam kekuatan, stamina, kecepatan dan lain-lain komponen kondisi fisik.

3. Pemulihan yang lebih cepat dalam organ-organ tubuh setelah latihan.

4. Menurunkan berat badan dan mencegah obesitas.

5. Meningkatkan kualitas hormon.

6. Memberi banyak energi.

Siswa dengan tingkat kebugaran jasmani yang baik akan mampu melaksanakan aktivitas belajarnya dengan lancar. Siswa tidak akan mudah lelah sehingga akan mudah untuk menerima materi pelajaran yang diberikan oleh guru. Hal ini akan memperlancar pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah.
Kebugaran jasmani dapat dimiliki oleh siswa dengan berbagai macam usaha. Di antaranya adalah dengan melakukan aktivitas jasmani olahraga yang teratur. Selain itu juga harus didukung dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi untuk memenuhi kebutuhan gizi dalam tubuh.

 

“Isi Piring Makananku”  (Puskesmas Mulyorejo)

 

Selamat siang sobat sehat.

Penyuluhan tidak harus di luar gedung lohh di dalam gedung seperti di Puskesmas juga penting untuk di lakukan. Setiap hari selasa pagi rutin di lakukan penyuluhan di Puskesmas Mulyorejo hari ini temanya adalah ” Isi Piring Makananku”

Ingeett yaaa sobat….Makan bukan hanya sekedar kenyang tapi harus bergizi dan seimbang. Isi piring dalam sekali makan yang d anjurkan Kemenkes adalah

2/3 dari 1/2 piring : Makanan pokok

1/3 dari 1/2 piring : Lauk pauk

2/3 dari 1/2 piring : Sayur-sayuran

1/3 dari 1/2 piring : Buah-buahan

jangan lupa juga untuk

– Minum air 8 gelas/hari

– Melakukan aktivitas fisik 30 menit

– Cuci tangan pakai sabun

Yukkkkk sukseskan GERMAS !!!

Hidup sehat dimulai dari ISI PIRING MAKANKU!!!

 

Pertemuan Pasca Posyandu (Puskesmas Rampal Celaket)

Selasa 16 april 2019. Puskesmas Rampal Celaket mengadakan kegiatan pasca posyandu di RW 1 Kel. Rampal Celaket kegiatan ini dilakukan setiap selesai posyandu ditiap bulannya yang diikuti oleh kader posyandu balita dengan didampingi oleh petugas nutrisionis,bidan wilayah,perawat dan promosi kesehatan puskeamas.Pertemuan Pasca Posyandu ini membahas tentang permasalahan terkait Posyandu balita seperti jumlah balita yg hadir, balita bawah garis merah,stunting,balita kurus, serta pendampingan ibu hamil.Dengan adanya evaluasi setelah kegiatan posyandu diharapkan kegiatan posyandu berjalan dengan baik dan mengetahui kekurangannya sehingga bisa diperoleh solusi yang tepat.

 

 

 

 

 

 

Pembinaan Kader Tiwisada (Puskesmas Gribig)

 

Selasa, 16 April 2019 Puskesmas Gribig mengadakan pembinaan kader tiwisada yang dihadiri oleh 40 siswa/siswi SD di wilayah puskesmas yang bertempat di aula puskesmas. Materi yang diberikan diantaranya:

1. Konsep dasar UKS

2. Kesehatan lingkungan sekolah

3. PHBS Sekolah

4. Keamanan Pangan Sekolah

5. Kesehatan Gigi dan Mulut

6. Pengukuran BB, TB, penggunaan Snellen chart

Ada yg menyebutnya dokter kecil, ada juga yg memanggil dengan sebutan kader Tiwisada. Kader Tiwisada ini sangatlah penting peranannya, tanpa mereka UKS tidak akan berjalan dengan baik. Peran mereka sebagai promotor dan motivator kesehatan sangatlah besar di lingkungan sekolah. Dari sanalah PHBS yang menjadi pilar kesehatan dimulai. Mereka nantinya diharapkan melakukan pendekatan kepada teman sebayanya untuk berperilaku sehat dan mewujudkan lingkungan sehat di sekolah.

 

“Makanan Bersih dan Sehat lebih Lezat disantap”.  (Puskesmas Kendalsari)

 

Selasa, 16 Maret 2019 Puskesmas Kendalsari mengadakan inspeksi kesehatan lingkungan / Laik Sehat Rumah Makan.
Hal ini bertujuan untuk menjamin kegiatan pengolahan hingga penyajian makanan terlaksana dengan higienis dan sehat. Makanan yang sehat dan higienis mencegah terjadinya penularan penyakit saat dikonsumsi.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga bermanfaat bagi pengelola Rumah Makan untuk mengoptimalkan penyehatan lingkungan Rumah makan dan memperoleh sertifikat Laik Sehat dari Dinas Kesehatan. Tentunya meningkatkan jumlah konsumen yang mencicipi hidangan sedap, higienis dan sehat.

 

 

 

 

 

Pembinaan kepada kader BKB (Bina Keluarga Balita) dan kader yang menangani SDIDTK (Puskesmas Arjuno)

 

Hari ini adalah Rumpi day…
Tenang…, rumpinya bedaa kok…

Rumpi adalah salah satu kegiatan yang paling banyak diminati masyarakat, salah satunya kaum hawa. Kalau biasanya rumpi yang bikin lara hati orang, kini saatnya kita move on dari rumpi yang membuat sehat hati dan raga orang, yaitu lewat emodemo.

Emodemo atau Emotional Demonstration adalah kegiatan aktif berbasis pada perubahan perilaku pada kelompok masyarakat target (ibu hamil dan ibu menyusui) yang dikembangkan oleh Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN). Penekanan materi emodemo adalah terkait dengan ASI Eksklusif, kesehatan ibu hamil, MPASI (Makanan Pendamping ASI), camilan sehat, dan ATIKA (Ati,Telur,Ikan).

Kali ini, Selasa (16/04/2019) puskesmas arjuno, melakukan pembinaan kepada kader BKB (Bina Keluarga Balita) dan kader yang menangani SDIDTK (Stimulasi ,Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang ) mengenai 4 empat tema dari modul emodemo. Modul yang dibinakan adalah ASI saja cukup, camilan sembarangan, menyusun balok dan siap bepergian.

Kegiatan pembinaan ini ditujukan agar para kader mau dan mampu untuk menyampaikan ke ibu hamil dan ibu balita agar memberikan asupan sesuai umur balita dan sehat, serta menghindarkan agar anak tidak mendapatkan asupan yang tidak bermanfaat.

Mari kita tinggalkan rumpi yang tidak sehat. Welcome rumpi sehat.

 

“Pelatihan Penjamah Makanan” (Puskesmas Polowijen)

 

Pada 16 April 2019 telah dilaksanakan “Pelatihan Penjamah Makanan” yang bertempat di Aula Rapat Puskesmas Polowijen. Pelatihan ini membahas topik Bahan Tambahan Pangan (BTP) dengan sasaran penjamah makanan dan Penanggung Jawab kantin sewilayah kerja Puskesmas Polowijen. Penyampaian materi pada acara ini disampaikan oleh petugas Kesling Puskesmas Polowijen Anita Resky, Amd. KL

Topik ini dipilih dikarenakan pada saat pembinaan Dinkes tidak semua perwakilan kantin sekolah bisa mewakili. Sehingga pihak Puskesmas Polowijen mengadakan pembinaan agar semua penjamah makanan melaksanakan setiap kegiatan sesuai standart Hygiene Sanitasi Makanan.

 

 

 

 

 

 

Kunjungan rumah balita stunting (Puskesmas Bareng)

 

Stunting adalah kondisi dimana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya. Faktor penyebab stunting yaitu kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan, selain itu faktor pola asuh yang kurang baik terutama pada perilaku dan praktik pemberian makan kepada anak juga menjadi penyebab anak stunting apabila ibu tidak memberikan asupan gizi yang cukup dan baik.

Selasa, 16 April 2019, petugas gizi dan promkes Puskesmas Bareng melakukan kunjungan rumah balita stunting yang berinisial Fs dengan usia 50 bulan di Kelurahan Gadingkasri. Kegiatan yang dilakukan dalam kunjungan ini yaitu mengukur berat badan dan tinggi badan balita, beserta konseling mengenai stunting, kemudian dilanjutkan dengan pemberian makanan tambahan biskuit untuk balita sebagai langkah untuk meningkatkan gizi pada balita stunting.

 

 

 

 

YUK WASPADA DBD (Puskesmas Ciptomulyo)

 

Giat Puskesmas Ciptomulyo pada hari Selasa, 16 April 2019 mengadakan pertemuan bersama Warga mengenai Pentingnya Kewaspadaan terhadap penyakit DBD yang diikuti warga sebanyak 70 orang.

Seiring tingginya curah hujan maka kasus DBD semakin meningkat dan tidak boleh dipandang sebelah mata.

Penyakit ini sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian.
Demam Berdarah Dengue adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti .Gejala yang ditimbulkan berupa demam tinggi, nyeri kepala berat, nyeri pada sendi, otot dan tulang, nafsu makan menurun, mual muntah, pembengkakan kelenjar getah bening, perdarahan dari hidung, gusi atau dibawah kulit bila kondisi sudah parah.

Kiat untuk mencegah DBD yang paling efektif adalah 3M plus. 3 M yaitu Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang yang tidak terpakai.Sedangkan plusnya yaitu dengan memelihara ikan pemakan jentik, memasang kawat kasa, menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar, menggunakan kelambu, memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk, menaburkan bubuk larvasida.

Agar PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk ) lebih efektif maka diterapkan program satu rumah satu jumantik. Setiap orang harus bertanggungjawab dan sadar dengan kesehatannya masing-masing maka setiap rumah harus ada jumantiknya. Kapan lagi kalu tidak dimulai dari sekarang?

 

Pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) (Puskesmas Dinoyo)

 

Selasa, 16 April 2019, Kegiatan Pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang berlangsung di Kediaman Ketua RW 01 Dinoyo. Dalam hal ini dikaji masalah jamban dan BABS (Buang Air Besar Sembarangan ) yang ada di masyarakat.Kegiatan ini selain paparan materi juga dilanjutkan dengan diskusi dengan warga yang hadir.Dari kegiatan tersebut disimpulkan bahwa perlu adanya perbaikan perilaku dan penerapan kesehatan lingkungan agar tercapai jamban sehat, ODF (Open Defecation Free ) sehingga kebersihan lingkungan dapat terjaga.

 

 

 

 

 

 

Kordinasi teknis penguatan Poskestren (Puskesmas Kedungkandang)

 

Kordinasi teknis penguatan Poskestren. Berlangsung pada hari selasa 16 april 2019 dimulai pukul 12.00-15.30. Dihadiri oleh pimpinan Ponpes drs H.A Taufik Kusuma, perwakilan Dinkes Linda Desriwati beserta staf propemas, perwakilan Puskesmas oleh bidan wilayah dan tentunya petugas Promkes Puskesmas Kedungkandang.

Perlu diketahui Keberadaan pondok pesantren (ponpes) dalam memberikan peningkatan kualitas indeks pembangunan manusia di Jawa Timur sangatlah penting, salah satunya adalah kualitas pondok kesehatan pesantren (poskestren). Bu Linda Kabid Kesmas menjelaskan bahwa poskestren harus berkualitas karena hal tersebut sesuai dengan inovasi Gubernur Jawa Timur terkait poskestren yaitu sajadah ( Santri Jawa Timur sehat dan Berkah). Hal tersebut langsung ditindaklanjuti oleh dinkes kota malang dengan menugaskan pendampingan 10 poskestren, salah satunya adalah ponpes Al Munawwarah di wilayah kerja Puskesmas kedungkandang. Kegiatan ini sangat didukung oleh semua pihak, hal ini ditunjukkan dengan hadir nya perwakilan organisasi Islam pimpinan daerah Muhammadiyah dan pimpinan cabang Muhammadiyah. Hal tersebut sesuai dengan salah satu tujuan organisasi yaitu penguatan di bidang kesehatan dan pendidikan. Langkah yang sudah dilaksanakan oleh tim adalah pembuatan SK yang sudah lengkap dan hasil survei mawas diri kepada santri di pondok pesantren.

Kegiatan selanjutnya yaitu adalah musyawarah masyarakat pondok pesantren (mmpp) yang akan dilaksanakan di minggu ke 4 bulan April dan dihadiri oleh Lurah Kedungkandang, Dinas Kesehatan, Puskesmas Kedungkandang beserta perwakilan organisasi Islam Muhammadiyah.

 

Pembinaan PHBS (Puskesmas Cisadea)

 

Selasa, 16 april 2019, Kegiatan pembinaan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) sekolahan SDN Purwantoro 01, Kelurahan Purwantoro. PHBS sekolah adalah kumpulan perilaku hidup sehat yg di praktikkan oleh guru, murid dan masyarakat yang ada di dalam lingkungan sekolah, sehingga secara mandiri mereka mampu untuk mencegah penyakit yang timbul di lingkungan sekolah, serta mampu meningkatkan kesehatan dan mampu berperan aktif untuk terwujudnya lingkungan yang sehat.

Oleh karena itu petugas kesehatan terjun memberikan pembinaan kepada sekolahan agar dapat membantu terwujudnya lingkungan sekolah yang sehat serta nyaman untuk belajar. Pembinaan ini terdiri dari bagaimana langkah mencuci tangan yang benar, jajanan apa saja yang boleh di jual di kantin sekolah, penerapan di larang merokok di lingkungan sekolah, memberantas jentik nyamuk dan lain – lain sesuai dengan indikator PHBS di sekolah.

Pembinaan ini dilakukan kepada perwakilan guru SDN Purwantoro 01. Beliau sangat senang dengan pembinaan yang di berikan puskesmas Cisadea serta media promosi yang di berikan. Harapan dari Puskesmas ,semoga kedepan nya sekolah SDN purwantoro 01 dapat tetap mempertahankan lingkungan dengan menerapkan cara Ber-PHBS yang baik dan benar.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.