Kegiatan Puskesmas, Senin 1 Juli 2019

Pengisian Berkas Rekam Medis dan Patient Safety ~ Puskesmas Polowijen.

Senin (01/07/2019) Petugas Rekam Medis Puskesmas Polowijen melakukan kegiatan rutin pengecekkan kelengkapan pengisian rekam medis. Tujuannya untuk memantau ketepatan dan memenuhi standar keselamatan pasien, karena Rekam Medis adalah berkas penting yang berisi segala informasi yang dilakukan petugas kesehatan dan kondisi pasien.

Jadi, Tenaga Kesehatan jangan lupa cek kelengkapan pengisian rekam medis demi keselamatan pasien dan pelayanan paripurna!

 

 

 

 

 

 

Penyuluhan Tentang Hubungan Stunting dengan BABS dan CTPS ~ Puskesmas Ciptomulyo.

Senin 1 Juli 2019, Sanitarian Puskesmas Ciptomulyo memberikan penyuluhan di Posyandu tentang Hubungan stunting dengan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. BABS dapat memicu adanya lalat yang kemudian dapat hinggap pada makanan yang tidak ditutup, sehingga dapat mengakibatkan diare, karena ada perpindahan bakteri e-coli ke dalam makanan. Diare mengakibatkan zat gizi di tubuh menjadi hilang, sehingga terjadi stunting.

Salam sehat ceria dari Puskesmas Ciptomulyo!

 

 

 

 

Penyuluhan tentang Hidup Sehat ~ Puskesmas Arjowinangun.

Senin, 1 Juli 2019 Tim promosi kesehatan Puskesmas Arjowinangun dan Poltekkes Kemenkes Malang memberikan penyuluhan kepada pasien yang sedang menunggu antrian di Puskesmas Pembantu Mergosono dengan materi “Hidup Sehat Jauh dari Kolesterol Jahat”.

Cegah kolesterol jahat dengan perbanyak makan buah dan sayur, hindari makanan berlemak, dan batasi konsumsi daging, udang, dan telur.

Yuk, kita hidup sehat!

 

 

 

 

 

Roadshow Germas ~ Puskesmas Kendalkerep.

Senin (1/7/2019), Petugas promkes dan sanitarian Puskesmas Kendalkerep dan Dinas Kesehatan Kota Malang, melaksanakan Roadshow Germas di 3 (tiga) Posyandu di Kelurahan Bunulrejo. Topik Roadshow Germas pada kegiatan ini adalah pencegahan stunting, Eliminasi TBC, dan meningkatkan cakupan imunisasi. Juga tentang jamban sehat yang bisa mempengaruhi keseluruhan fokus germas.

Dukung Germas yuk mulai dari sekarang!

 

 

 

 

 

 

Konseling Kader Posyandu ~ Puskesmas Cisadea.

Kader posyandu melakukan konseling kesehatan pada langkah 4 dengan sasaran ibu balita. Konseling ini dilakukan untuk semua orang tua balita yang datang ke posyandu. Kader melihat KMS anak, memeriksa umur, dan hasil penimbangan pada bulan ini. Kemudian ibu balita di beri konseling kesehatan.

Konseling di lakukan agar ibu balita mendapatkan pengetahuan kesehatan secara menyeluruh dan terupdate, dengan harapan ibu balita dapat secara mandiri dapat mengatasi permasalahan kesehatannya dulu sebelum ditangani oleh petugas kesehatan.

Dengan konseling, kita bisa sehat!

 

 

 

 

Stop BABS ~ Puskesmas Kendalsari.

Petugas sanitarian Puskesmas Kendalsari bersama Mahasiswa PKL Poltekkes Kemenkes Malang mengkaji pilar STBM yang pertama yaitu “Buang Air Besar Sembarangan (BABS)”. Materi yang dipelajari yaitu proses penularan penyakit melalui kotoran manusia dengan menggunakan metode Diagram F.

Mahasiswa PKL Poltekkes Kemenkes Malang bersama petugas sanitarian Puskesmas Kendalsari sedang mengkaji pilar STBM yang pertama yaitu “Stop BABS”. Materi yang dipelajari yaitu proses penularan penyakit melalui kotoran manusia dengan menggunakan metode Diagram F.

Pada diagram F, terdapat beberapa poin media penularan penyakit dari kotoran manusia yaitu :
1. Fluid atau cairan dimana kotoran bisa mencemari sumber air bersih yang dapat dikonsumsi manusia,
2. Field atau tanah dimana kotoran yang tidak dibuang secara saniter akan mencemari tanah yang bisa menimbulkan penyakit seperti kecacingan,
3. Flies atau lalat, dimana kotoran manusia dapat dihinggapi lalat yang dapat mengkontaminasi makanan atau minuman,
4. Finger atau jari yaitu apabila seseorang tidak cuci tangan dengan benar setelah BAB maka dapat menularkan penyakit,
5. Food atau makanan yang dapat terkontaminasi kotoran manusia baik dari poin 1 sampai 4 yang dapat menimbulkan penularan penyakit.

Melalui diagram F, kita bisa mengetahui pentingnya tidak buang air besar sembarangan dan dapat mendorong percepatan capaian ODF di Kota Malang.

 

~ seksi promosi dan pemberdayaan masyarakat ~

Leave a Reply

Your email address will not be published.