Kegiatan Puskesmas, Senin 17 Juni 2019

Inspeksi Kesehatan Lingkungan Pasar ~ Puskesmas Arjuno.

Pasar adalah tempat yang tidak asing bagi masyarakat. Disanalah kita bisa mendapatkan berbagai macam kebutuhan pangan setiap harinya. Sebagai salah satu tempat-tempat umum, pasar juga merupakan tempat berkumpul atau melakukan kegiatan orang banyak, sehingga akan meningkatkan hubungan atau kontak antara orang yang satu dengan yang lain. Hal ini memungkinkan terjadinya penularan penyakit baik secara langsung maupun tidak langsung akan lebih meningkat.

Senin, 17 Juni 2019, sanitarian Puskesmas Arjuno melakukan kegiatan inspeksi kesehatan lingkungan pasar di Pasar Oro-oro Dowo. Kegiatan ILING Pasar yaitu pengawasan dan pemeriksaan terhadap pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan oleh pasar yang erat hubunganya dengan timbul atau merebaknya suatu penyakit. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan mengobservasi lingkungan pasar, serta melakukan pengukuran kelembaban udara, suhu, kecepatan angin, kebisingan, dan pencahayaan. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ILING Pasar adalah bahwa lingkungan Pasar Oro-oro Dowo telah memenuhi syarat sehat.

 

 

Penyuluhan Scabies di Posyandu, Ibu Balita dan Lansia ~ Puskesmas Cisadea.

Senin, 17 Juni 2019, Ibu balita dan lansia mendapatkan penyuluhan kesehatan mengenai scabies atau gudik oleh petugas promosi kesehatan, dibantu dengan mahasiswa PKL Poltekes Kemenkes Malang. Penyakit ini mudah menular baik dengan kontak langsung maupun tidak.

Scabies adalah penyakit kulit yang di sebabkan oleh kutu gatal dan menular. Penyebab penyakit ini adalah Tungau Sarcoptes Scabies. Tungau ini membuat lubang pada kulit untuk di jadikan sarang. Jumlahnya bisa berkisar 10-15 ekor dan dapat berkembang biak dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Telur dan kotoran merekalah yang membuat kulit terasa gatal. Hal ini sebagai alergi tubuh terhadap keberadaan tungau.

Penyakit ini dipicu oleh gaya hidup atau hygiene personal yang kurang baik. Jika kita menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat maka kita akan terhindar dari penyakit menular seperti scabies.

Ayo jaga tubuh kita!
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Yes!
Scabies No!

 

Evaluasi Kegiatan dan Alat Antropometri Posyandu ~ Puskesmas Polowijen.

Senin (17/06/2019) Petugas Gizi Puskesmas Polowijen mengunjungi Posyandu Nusa Indah di Kelurahan Balearjosari untuk melakukan telaah evaluasi tentang kegiatan penyuluhan pada langkah 4 dan pengecekkan kelayakan alat antropometri.

Hal ini dilakukan agar informasi kesehatan selalu didapatkan warga yang mengunjungi Posyandu. Kemudian alat antropometri selalu dicek agar hasil pengukuran yang dilakukan selalu valid. Yuk, Ibu-ibu kader cek lagi sarana dan prasarana serta prosedur kegiatan Posyandu!

 

 

 

 

 

Penilaian PHBS Institusi Sekolah ~ Puskesmas Ciptomulyo.

Senin, 17 Juni 2019, Puskesmas Ciptomulyo bersama Mahasiswa Polteknik Kemenkes Malang mengadakan Penilaian PHBS Institusi Sekolah. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah upaya-upaya dalam menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok, dan masyarakat dalam sikap dan perilaku agar dapat menerapkan hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara, dan meningkatkan derajat kesehatan.

PHBS merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan para siswa di sekolah. Penilaian PHBS di sekolah terdapat 8 indikator, yaitu :
1. CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun),
2. Mengkonsumsi jajanan sehat,
3. Membuang sampah pada tempatnya,
4. Mengikuti olahraga secara teratur,
5. Menimbang Berat Badan (BB) & mengukur Tinggi Badan (TB),
6. Tidak merokok,
7. Memberantas jentik nyamuk,
8. Menggunakan jamban/toilet yang bersih & sehat,

Diharapkan warga sekolah (guru, staf, dan murid) semakin meningkatkan PHBS di sekolahnya.

 

Pertemuan Penjamah Makanan Terminal Arjosari ~ Puskesmas Pandanwangi.

Senin (17/06/2019), penjamah makanan yang berjualan di area Terminal Arjosari diberikan pembekalan materi mengenai pemaparan hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) yang telah dilakukan pada bulan Mei lalu, penyakit bawaan makanan, hygiene perorangan, pemilihan makanan, bahan tambahan makanan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Malang yang bekerja sama dengan petugas kesehatan di Puskesmas Kec. Blimbing seperti Puskesmas Pandanwangi, Kendalkerep, Cisadea, dan Polowijen.
Kegiatan dimulai pukul 09.00 hingga selesai. Antusias peserta cukup baik, dan pada saat diskusi mereka mengajukan beberapa pertanyaan mengenai pengalaman sehari-hari yang terjadi di lapangan. Selain pemateri dari Dinas Kesehatan Kota Malang dan perwakilan puskesmas, materi juga disampaikan oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur yang turut berpartisipasi dalam memberikan informasi kepada para penjamah makanan di Terminal Arjosari.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para penjamah makanan mampu menerapkan hidup bersih dan sehat sehingga berbagai makanan yang dijual tidak menimbulkan ancaman penyakit bagi konsumen dan lingkungan terminal tetap terjaga kebersihan dan kesehatannya.

 

 

Tahapan Penting Pemberian Makanan Bayi dan Anak: IMD, ASI eksklusif, MP-ASI ~ Puskesmas Kendalkerep.

Senin, 17 Juni 2019, Nutrisionis Puskesmas Kendalkerep memberikan penyuluahn di Posyandu Seruni RW 6 Jodipan dengan topik Pemberian Makanan Bayi dan Anak yang meliputi Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ASI eksklusif, dan Makanan Pendamping (MP) ASI kepada ibu yang memiliki anak dibawah usia dua tahun (baduta). Pada penyuluahan dijelaskan tentang manfaat dari IMD yang dilakukan pada saat bayi baru lahir, ASI eksklusif yang diberikan sampai usia 6 bulan, dan MP-ASI yang mulai diberikan saat usia 6 bulan. Hal tersebut dilakukan sebagai strategi pemberian nutrisi yang cukup untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan secara optimal.

 

 

 

 

 

Penyuluhan Gizi pada Anak Sekolah ~ Puskesmas Rampal Celaket.

Senin 17 Juni 2019 Petugas Promosi Kesehatan Puskesmas Rampal Celaket melakukan kegiatan penyuluhan gizi pada anak sekolah di SMPN 3 Malang, yang masuk di dalam wilayah kerja Puskesmas Rampal Celaket. Kegiatan penyuluhan diikuti oleh perwakilan dari kelas VII SMPN 3 Malang. Beberapa hal yang disampaikan pada kegiatan penyluhan ini adalah mengenai gizi anak sekolah dan anemia yang rentan terjadi di usia sekolah khususnya remaja putri.

Pada penyuluhan tersebut petugas promosi kesehatan menghimbau agar siswi mulai membiasakan pola konsumsi seimbang dan memilih sayuran hijau, kacang-kacangan, dan daging yang baik bagi tubuh. Dan juga menambahkan tablet tambah darah setiap satu minggu sekali sebagai langkah pencegahan dari anemia.

RCTT YES! Sehat, Bugar, Produktif!

 

 

GERMAS Solusi Hidup Sehat Jaman Now ~ Puskesmas Gribig.

Senin 17 Juni 2019 petugas promosi kesehatan dari Puskesmas Gribig dan Dinas Kesehatan Kota Malang berbagi pengetahuan dengan masyarakat di RW 4, 6, dan 8 Kelurahan Madyopuro tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). GERMAS merupakan suatu tindakan sistematis yang terstruktur dan terencana yang dilakukan bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat. Fokus kegiatannya meliputi :

1. Makan buah dan sayur setiap hari,
2. Aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari,
3. Cek kesehatan rutin minimal 6 bulan,
4. Cegah stunting (tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya),
5. Eliminasi Tuberkulosis (TBC),
6. Meningkatkan cakupan imunisasi.

Masyarakat sangat antusias dengan kegiatan penyuluhan seperti ini dan harapannya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk gaya hidup sehat jaman now. Karena sehat itu mahal harganya, jadi upaya pencegahan itu lebih baik daripada mengobati. Jika tubuh kita sehat maka kita bisa melakukan berbagai macam aktivitas seperti bekerja, berolahraga, beribadah dan tidak menyusahkan anggota keluarga kita.

Salam GERMAS! Sehat, Bugar, Produktif, Ceria

 

Kader RW 3 Tulusrejo Berlatih Langkah CTPS ~ Puskesmas Kendalsari.

Senin, 17 Juni 2019, kader kesehatan RW 3 Tulusrejo berlatih langkah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) melalui yel-yel seru untuk memeriahkan Lomba Kelurahan Award tingkat Provinsi Jatim yang akan digelar esok hari tanggal 18 Juni.

Seringkali kita mencuci tangan hanya dengan membasuh tangan dengan sabun dan air bersih saja atau membasahi tangan tanpa menggunakan sabun sebelum makan. Faktanya, cuci tangan yang benar adalah ketika menggunakan sabun dan di air yang mengalir. Bukan hanya membasuh telapak tangan saja, melainkan ada tahapan atau langkah-langkah agar tangan kita bersih dari bakteri dan virus penyebab penyakit.

Langkah mencuci tangan adalah :
1. Gosok kedua telapak tangan bergantian,
2. Gosok kedua punggung tangan secara bergantian,
3. Kedua tangan mengatup dan bersihkan sela jari-jari,
4. Kedua tangan saling mengunci,
5. Kerucutkan jari pada telapak tangan yang satunya, lalu gosok kuku-kuku jari,
6. Basuh pergelangan tangan,
7. Bilas dengan air bersih dan mengalir,
8. Lap tangan menggunakan handuk kering atau tisu yang bersih.

 

 

 

~ seksi promosi dan pemberdayaan masyarakat ~

Leave a Reply

Your email address will not be published.