Kegiatan Puskesmas, Rabu 10 Juli 2019

0

Pemerikasaan Screening Triple Eliminasi pada Ibu Hamil ~ Puskesmas Arjowinangun.

Setiap ibu hamil wajib melakukan pemeriksaan screening triple eliminasi, seperti yang dilakukan oleh petugas Puskesmas Arjowinangun ini. Pemeriksaan laboratorium berfungsi untuk mengetahui adanya penyakit menular HIV, Hepatitis B, dan Sifilis. Tiga penyakit ini sangat berbahaya dan menular dari ibu ke janin yang dikandungnya. Untuk itu, penting dilakukan pemeriksaan dini agar apabila ditemukan kasus dapat segera diberikan tindakan medis yang tepat.

Pemeriksaan triple eliminasi pada ibu hamil dapat memutus mata rantai penularan infeksi dari ibu. Ibu dan balita sehat, masa depan cemerlang!

 

 

 

 

Inspeksi Sanitasi Pasar Gadang Lama ~ Puskesmas Ciptomulyo.

Rabu (10/7/19), Sanitarian Puskesmas Ciptomulyo melakukan inspeksi sanitasi di Pasar Gadang Lama. Inspeksi dilakukan setahun 2 kali untuk mengetahui kondisi sanitasi pasar.

Aspek yang diinspeksi pada kegiatan ini adalah :
1. Kondisi fisik bangunan pasar,
2. Air bersih,
3. Tempat penjualan bahan makanan maupun makanan jadi,
4. Pencahayaan,
5. Kepadatan lalat (vektor),
6. Kebersihan toilet,
7. Pengelolaan sampah,
8. Perilaku hidup bersih dan sehat pedagang pekerja maupun pengelola,
9. Keamanan di dalam pasar, dll.

 

Pendekatan 5 Pilar Sanitasi Total Berbasi Masyarakat (STBM) untuk Pencegahan Stunting ~ Puskesmas Mulyorejo.

Rabu (10/07/2019) Petugas kesehatan Puskesmas Mulyorejo bersama para kader melaksanakan kegiatan Posyandu Mawar Putih RW 6 Kelurahan Mulyorejo. Selain kegiatan Posyandu, dilakukan juga sosialisasi “Pencegahan Stunting melalui Pendekatan 5 Pilar STBM”

Salah satu langkah pencegahan stunting adalah dengan menerapkan 5 Pilar STBM di setiap rumah tangga, yaitu berhenti buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Dengan penerapan 5 Pilar STBM di harapkan menurunkan kejadian sakit terutama penyakit infeksi (diare, kolera, tyfus, cacingan) yang dapat membuat energi untuk pertumbuhan teralihkan kepada perlawanan tubuh menghadapi infeksi, gizi sulit diserap oleh tubuh, dan terhambatnya pertumbuhan. Diharapkan kegiatan penyuluhan ini dapat menambah pengetahuan ibu serta dapat menurunkan prevalensi stunting yang saat ini.

Yukk cegah stunting! Cegah stunting, itu penting!

 

Pemantauan Suhu Refrigator Penyimpanan Vaksin ~ Puskesmas Polowijen.

Keberhasilan Program Imunisasi tidak bisa dipisahkan dari ketersediaan sistem rantai dingin (cold chain) hingga ke Puskesmas agar mampu menjaga serta menjamin kualitas vaksin yang diberikan kepada sasaran. Rantai dingin atau cold chain imunisasi terdiri dari lemari es dan freeze untuk menyimpan vaksin, dan termos (vaksin carrier) untuk membawa vaksin ke tempat pelayanan imunisasi, terutama untuk kegiatan di luar gedung/lapangan.

Rabu (10/07/2019) Bidan koordinator imunisasi Puskesmas Polowijen melakukan pemantauan suhu refrigator. Tujuannya untuk menjaga agar vaksin tidak mudah rusak, karena vaksin harus terjaga pada suhu tertentu. Kegiatan pemantauan suhu refrigator dilakukan rutin 2x sehari pada pagi hari dan siang hari.

 

 

 

Sosialisasi Dan Penyuluhan Germas serta ODF ~ Puskesmas Cisadea.

Rabu (10/07/2019) Puskesmas Cisadea bersama dengan Dinas Kesehatan Kota Malang keliling mensosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan ODF Open Defecation Free (ODF).

Fokus Germas terdiri dari makan buah dan sayur,aktivitas fisik, cek kesehatan berkala,cegah stunting, eliminasi TBC, serta peningkatan cakupan imunisasi.
Sedangkan ODF suatu tindakan dimana masyarakatnya sudah tidak ada yang buang tinja sembarangan dan dibiarkan menyebar mengkontaminasi lingkungan tanah, air, serta udara. Pemerintah Kota Malang gencar mensosialisasikan kepada masyarakat agar mencapai 100% ODF.

Ayo dukung Kota Malang menjadi Kota Sehat serta 100% ODF.

 

 

 

Pengambilan Sampel Air Limbah Puskesmas Kendalkerep.

Rabu (10/7/19), Sanitarian Puskesmas Kendalkerep melakukan kegiatan yang rutin satu bulan sekali, pengambilan sampel air limbah yang akan dikirim ke Jasa Tirta untuk diperiksa sesuai standar atau tidak.

Indikator yang diperiksa adalah pH, temperatur, BOD, COD, TSS, amonia bebas, fosfat terlarut, dan total coli. Jika semua indikator memenuhi syarat, maka air tidak mencemari lingkungan saat dibuang ke badan air.

 

 

 

 

 

 

~ seksi promosi dan pemberdayaan masyarakat ~

 

Share.

About Author

Dinas Kesehatan Kota Malang adalah salah satu perangkat daerah Pemerintah Kota Malang yang melaksanakan pembangunan di bidang kesehatan.

Leave A Reply